Mesin Waktu 27 Desember 2013

Mesin Waktu 27 Desember 2013

 

Mesin Waktu 27 Desember 2013 – Pada tanggal 27 Desember 1988, France Football yang juga majalah terkenal dari Prancis selalu merilis dan juga mengumumkan daftar nama pemain terbaik Eropa yang merupakan agenda setia tahun. Dan ajang ini biasa disebut pula dengan nama Ballon d’Or. France Football merilis 3 nama dimana trio Belanda yang saat itu bermain untuk AC Milan memuncaki posisi tiga besar di dalam daftar Ballon d’Or tersebut.

Marco van Basten menjadi peraih gelar tersebut ketika namanya berada di posisi paling atas dan juga berhasil mengalahkan rekan setim dirinya di AC Milan dan juga kompatriotnya di tim nasional Belanda, Ruud Gullit dan juga Frank Rijkaard. Van Basten memang berhasil meraih gelar juara Pemain Terbaik Eropa dengan mendapatkan vote yang cukup telak guna mengalahkan para pesaingnya tersebut. Van Basten dipilih oleh 27 jurnalis yang berada di benua Eropa guna menobatkannya menjadi European Footballer of the Year alias meraih gelar juara Ballon d’Or pada tahun 1988.

Marco Van Basten yang saat itu baru berusia 24 tahun, ini merupakan gelar Ballon d’Or untuknya yang pertama di sepanjang kariernya tersebut. Bomber kelahiran FC Utrecht ini memang akhirnya terpilih sebanyak 3 kali untuk menjadi pemain terbaik Eropa yang masing-maisng diterima pada tahun 1989 dan juga 1992 setelah sebelumnya tahun 1988 ini ia meraihnya untuk pertama kali.

Sedangkan Ruud Gullit sendiri juga meraih penghargaan Ballon d’Or setahun setelah ia secara sukses dan gemilang mengantarkan raksasa Liga Belanda,  PSV Eindhoven untuk menjadi juara pada ajang Eredivisie Belanda. Selang setahun kemudian, ia bergabung bersama skuad AC Milan di San Siro di bursa transfer musim panas tahun 1987. Selain Gullit, Silvio Berlusconi yang menjabat sebagai Presiden AC Milan kala itu, juga memboyong Marco Van Basten yang akhirnya disertai dengan rekan Van Basten di Ajax Amsterdam, Frank Rijkaard semusim kemudian.

Di musim perdananya membela AC Milan pada tahun 1987/88, duet Van Basten dan Ruud Gullit memang cukup menakutkan. Terbukti dengan kepiawaian mereka membawa Rossoneri berhasil merebut gelar juara atau scudetto untuk pertama kalinya, sejak terakhir kali mereka berhasil merebut gelar juara tersebut pada tahun 1979. Van Basten sendiri hanya mampu mencetak sekitar 8 gol dari 19 laga yang ia mainkan di musim perdananya tersebut. KOndisi ini disebabkan sang pemain kurang maksimal setelah mengalami cedera engkel. Gullit sendiri mampu mencetak 13 gol, lebih banyak dibandingkan Van Basten. Namun The Swan of Utrecht, sebutan untuk MvB langsung tampil menggila. Masuknya Frank Rijkaard pada musim 1988, langsung menciptakan trio maut Belanda yang terkenal hingga sekarang ini. Van Basten mampu mencetak 32 gol di 47 laga bersama Milan di semua ajang.

Trio ini sukses membentuk generasi emas pada era Il Diavolo Rosso dan juga membuat sebutan The Dream Team untuk AC Milan di mana mereka sanggup menjadi jawara Eropa selama 2 musim berturut-turut dimana pada musim 1988/89 mengalahkan Steaua dan di musim 1989/90 mengalahkan Benfica.