Massimo Moratti Bantah Berseteru Dengan Erick Thohir

Massimo Moratti Bantah Berseteru Dengan Erick Thohir

Massimo Moratti Bantah Berseteru Dengan Erick Thohir – Massimo Moratti membantah telah terjadi perselisihan antara dirinya dengan presiden baru Erick Thohir. Keputusannya untuk mundur dari presiden kehormatan Nerazzurri bukan dilatarbelakangi karena perseteruannya dengan pengusaha asal Indonesia tersebut.

Moratti, yang sudah menempati kursi presiden Inter Milan selama 18 tahun terakhir sebelum Erick Thohir membeli saham mayoritas Inter, seakan sudah jauh dari sorotan publik belakangan ini, dan meningkatkan sebuah kecurigaan di mata publik bahwa sebenarnya ia tidak senang untuk melepas saham mayoritas seperti yang terlihat sebelumnya.

Kendati demikian, berbicara setelah Inter Milan mengantongi kekalahan 4-2 pada akhir pekan kemarin, Moratti berupaya menolak adanya hubungan yang buruk antara dirinya dengan pemilik baru klub, saat ia memecahkan kesunyian tersebut.

“Saya sungguh minta maaf atas sejumlah kabar simpang-siur yang mewarnai suasana yang berkembang saat ini, dan di sini saya ingin mencoba meluruskan bahwa saya sangat prihatin dengan kondisi Erick Thohir, dan memastikan tidak adanya konflik diantara kami berdua,” tutur Moratti.

“Thohir merupakan salah satu pihak yang ingin bertindak untuk kebaikan Inter.

“Saya dapat memastikakn hal ini kepada anda, bahwa tidak ada ketegangan diantara kami berdua dan tentu hal ini sempat mengundang pertanyaan ke permukaan, dan hal ini juga tidak dapat saya pahami.

“Mungkin saja anda menganggap bahwa selama ini saya tidak berada di tempat, karena alasan sedang berbeda pendapat dan tidak seperti biasanya yang ada selalu untuk klub.

“Itu adalah sebuah keputusan yang sudah dipertimbangkan – saya tidak pernah berniat untuk menguasai seseorang dan hal itu memiliki kesan sepertinya saya memaksakan. Ini sama saja seperti seseorang menjual rumah kepemilikannya namun ia ingin tetap berada di ruang tamu.

“Tetapi bukan berarti bahwa antara saya dengan Thohir ada masalah pelik atau perbedaan pendapat sehingga menjadi berlawanan, tentu sama sekali  tidak. Bahkan, saya ingin meluruskan, hal yang terjadi justru sebaliknya.”

Moratti mengatakan kalau dirinya mempersilahkan Erick Thohir untuk mempelajari segala sesuatu tanpa adanya gangguan, dan dengan adanya hasil buruk di suatu pertandingan di era kepemimpinannya, tentu ini merupakan sebuah pembelajaran yang tepat baginya.

“Kini saya memahami dengan baik persepakbolaan Italia,” tutur Thohir, selepas menyaksikan kekalahan timnya atas Napoli di San Paolo.

“Kartu merah yang diberikan wasit kepada Ricky Alvarez, sudah pasti membunuh pertandingan.

“Kesalahan seperti ini merupakan salah satu bentuk dasar dalam sepakbola, dan anda tidak dapat memandang remeh setiap hukuman yang sudah diberikan sebelumnya, agar anda menjadi lebih bijaksana bila berada di atas lapangan.

“Tetapi saya memahami sepakbola secara menyeluruh, karena satu kesalahan kecil saja bisa berdampak sangat buruk bagi keseimbangan tim.

“Karena itu pujian khusus untuk Napoli, karena permainan mereka semua sangat baik, dan juga layak untuk memenangkan pertandingan.”