Analisa Taktik 4-4-2 Yang Kembali Populer Di Inggris

Analisa Taktik 4-4-2 Yang Kembali Populer Di Inggris – Sejak kedatangan Jose Mourinho di Chelsea 2004, formasi 4-4-2 telah perlahan-lahan keluar dari kotak favorit formasi klub top Inggris. Memang perlahan-lahan formasi tersebut tak digunakan oleh klub terbaik Inggris. Yang paling terakhir kita ingat adalah Tottenham Hotspurs dimusim 2009/2010 saat membawa Spurs berada diperingkat keempat, dengan memainkan dua winger ortodoks, satu orang target man, dan satu orang poacher dibelakang target man.

Namun memasuki tahun 2013 terjadi beberapa perkembangan menarik, seperti yang pernah diungkapkan oleh Jonathan Wilson. Seperti yang kita lihat sekarang, para pemimpin klasemen di Italia, Prancis, dan Inggris memggunakan dua striker di lini depan, jangan lupakan nama Atletico Madrid yang bisa menyamai poin Barcelona di La Liga, semuanya menggunakan sistem yang sama. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa sistem dua striker telah kembali. Namun dalam tulisan ini kita akan fokus pada Premier League dan tipe 4-4-2 yang berbeda sepanjang 2013.

4-4-2 konvensional

Variasi pertama hampir serupa dengan formasi default Inggris msa lalu, yang masih digunakan oleh Sam Allardyce dan Tony Pullis, begitu juga dengan Roy Hodgson. Pendekatan ini menggunakan dua atau empat pemain untuk bertahan, dua winger ortodoks yang setia dipinggir lapangan untuk melakukan crossing dan dua striker ddepan yang menerima bola dari sayap serta bisa juga membantu pertahanan. Dua striker di depan adalah target man dan seorang poacher, seperti Peter Crouch dan Defoe di Spurs 2009/2010, atau Marouane Chamakh dan Cameron Jerome di Palace.

4-4-2 tipe yang selanjutnya digunakan oleh Pellegrini. Dia menggunakan dua striker dengan skill yang komplit untuk melakukan berbagai variasi serangan, dia juga menggunakan dua kreator di manapun mereka berada, tak harus berada di tengah apangan, dan dua gelandang tengah yang melindungi lini belakang dan mempertahankan kedalaman tim. Dalam banyak cara, 4-4-2 yang digunakan Pellegrini bisa dikatakan sebagai pola 4-2-4. Di masa lalu, pemain seperti Rossi, Nilmar, Santi Cazorla, dan Isco berintegrasi dalam sistem ini dan kini pelatih asal Chili membawanya ke Inggris, yang akhirnya membuat City tampil sangat atraktif dengan serangan yang membuat garis pertahanan lawan gemetar. David Silva dan Samir Nasri sebagai kreator sangat nyaman berkreasi dari lebar lapangan serta menusuk dari tengah jika ada peluang. Jesus Navas memberikan kekuatan disayap dan kecepatan saat pertandingan berjalan buntu. Yaya Toure dan Fernandinho serta James Milner dan Javi Garcia telah membuktikan diri sebagai gelandang tengah yang bagus. Faktanya Toure dan Fernandinho adalah gelandang tengah terbaik di Premier League musim ini.

Yang terpenting adalah kombinasi dari Alvaro Negredo dan Sergio Aguero yang mematikan. Negredo adalah versi yang lebih baik dari Adebayor – penyerang dengan tubuh besar, teknik hebat dan jangkauan serangan yang luas. Sementara Ag Suero adalah tipe striker sebagus Luiz Suarez yang bisa memadukan antara kecepatan, kemampuan finishing dan kecerdasan dalam satu paket. Sistem ini menjadikan permainan keras dan cepat.  Aguero dapat menjadi striker tunggal tapi bisa juga membangun serangan dari tengah.

Dengan dahsyatnya City dan penampilan stabil para pemimpin liga lain di negara top Eropa, siapa yang bisa mengatakan bahwa formasi dua striker atau 4-4-2 secara khusus telah mati?