Ada Apa Dengan Liverpool?

Ada Apa Dengan Liverpool

Ada Apa Dengan Liverpool? – Pertandingan Liga Premier musim ini bisa dikatakan sebagai laga yang terketat dalam sejarah. Bagaimana tidak, setiap tim berlomba-lomba menduduki posisi teratas secara bergantian hanya dalam waktu yang sangat dekat. Selisih poin yang sangat tipis diantara semuatim benar-benar membuat semua pendukung tim dan juga pemainnya dibuat sangat gemas. Salah satu contohnya adalah Liverpool. The Reds merayakan natal di posisi puncak dengan gemilang, namun tak butuh waktu lama, tim ini harus puas melewati malam pergantian tahun di peringkat kelima sementara dalam klasemen.

Posisi ini disebabkan oleh kekalahan beruntun sejak melawan Manchester City dan Chelsea yang akhirnya membuat posisi The Reds melorot empat peringkat di akhir pekan ke-19 semalam. Padahal Liverpool berada singgasana puncak klasemen pada pekan lalu dengan perolehan 36 poin dan hanya unggul selisih gol saja dari The Gunners.

Pertanyaannya mengapa The Reds yang berada di awang-awang bisa merosot tajam hingga peringkat kelima seperti ini? Dilihat dari catatan pertandingan, skuat Liverpool mulai menipis kerena banyaknya pemain yang mengalami cidera. Lihat saja yang terjadi pada Steven Gerrard dan Daniel Sturridge. Dengan 2 pemain terbaiknya absen, Liverpool kini hanya mempunyai 17 pemain saja untuk mengisi tim utama.

Tak sampai disitu, John Flanagan yang tengah bersinar juga mengalami cedera dan mau tak mau harus absen untuk beberapa pekan. Akibatnya tak heran jika tim ini merasa kewalahan saat harus menghadapi tim kuat sekelas Manchester City dan Chelsea karena Liverpool kini hanya diisi oleh tim seadanya dengan memasukkan 1-2 pemain cadangan seperti Brad Smith dan Jordan Rossiter. Bahkan semalam saat melawan Chelsea (29/12) Jordan memainkan peran pertamanya di level senior.

Dari semua tim yang termasuk tim empat besar klasemen, hanya Liverpool yang tetap memakai tim yang sama di jadwal padatnya yang memiliki tiga pertandingan dalam seminggu. Jika seandainya Flanagan tak cedera, maka kemungkinan besar, Liverpool akan tetap memainkannya.

Krisis pemain ini menjadi hal utama yang membuat performa Liverpool menurun.  Tak hanya itu, Luis Suarez yang pada awal-awal permainan selalu mampu memborbardir gawang lawan dengan gol-golnya, akhir-akhir ini malah harus gigit jari karena tak dapat menyumbangkan gol di laga dua terakhir. Padahall sebelumnya, Suarez selaku bisa tampil tajam dengan sumbangan 10 gol di empat laga sebelum melawan City dan Chelsea.  Secara statistik, Liverpool tak pernah terkalahkan saat Suarez mampu mencetak gol.

Penurunan performa Liverpool juga disebabkan oleh jadwal berat yang membawa tim ini pada keadaan tidak beruntung karena harus berhadapan dengan tim-tim besar, jika diibandingkan dengan Arsenal, Chelsea, Manchester City dan Everton yang tak mendapat lawan berat secara beruntun. Maka tak heran jika tim-tim besar tersebut bisa menanjak naik dalam klasemen.